Tampilkan postingan dengan label Prolog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prolog. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Mei 2017

SEKAPUR SIRIH

Yang saya percaya Tuhan Yang Maha Esa,dan
Yang saya hormati seluruh umat manusia
Salam sejahtera bagi kita semua,

Atas ilmu yang saya dapat dari guru teknologi informasi dan komunikasi,maka hari ini saya membuka lembaran baru sekaligus memulai kembali blog saya  ,sebagai wahana komunikasi bertukar pikiran secara jernih,intelektual,dan simpatik, atas dasar prinsip saling hormat-menghormati. Melalui blog ini ,saya ingin berbagi pemikiran,pengalaman,dan gagasan,yang barangkali akan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dalam menyikapi pelbagai peristiwa maupun persoalan yang terjadi di sekitar kita.

Apa yang saya ungkapkan mungkin saja bersifat subyektif, karena dilandasakan pada titik pandang,falsafah dan keyakinan keagamaan yang saya anut. Saya menyadari bahwa “subjektivisme” dan “objektivisme” adalah problema abadi dalam filsafat ilmu pengetahuan, yang telah diperdebatkan berabad-abad lamanya dan tak kunjung selesai .Namun demikian,apa yang saya ungkapkan,tetaplah saya dasarkan atas niat dan iktikad baik,agar kita dapat mencari alternatif yang kita anggap terbaik,yang selanjutnya mungkin akan menuntun sikap batin dan sikap intelektual serta mungkin pula perilaku kita dalam bertindak.

Saya sendiri hanyalah seorang hamba Allah yang daif. Menurut akta kelahiran saya,  saya dilahirkan pada tanggal 16 November 1996 di Kampung Baru,Kecamatan Bontang Selatan,Kota Bontang,Provinsi Kalimantan Timur,Indonesia. Sebagian pendidikan saya tempuh di Surakarta hingga lulus TK dan kemudian Yogyakarta dari TK, SD kelas 1 sampai 4 (KANISIUS) .Namun sebelum saya menjalani TK di  Surakarta dan Yogyakarta,terlebih dahulu saya sudah melewati proses pendidikan playgroup di Bontang. Pasca peristiwa gempa bumi yang disebabkan oleh gunung merapi akhirnya membuat saya menempuh kembali pendidikan di tempat kelahiran saya yakni saat ,SD kelas 5 hingga 6 (BETHLEHEM) ,yang kemudian berlanjut hingga lulus SMA (VIDATRA). Saya meneruskan kuliah di Fakultas Hukum Universitas di Indonesia dan mengambil jurusan Ilmu Hukum.
Dunia Filsafat dan Humaniora menarik perhatian saya sejak kecil.

Itulah sekedar perkenalan diri saya. Saya tidak bermaksud berpanjang-kalam dengan perkenalan itu.Mohon maaf kalau ada hal yang nampak dilebih-lebihkan,dan mohon maaf pula,jikalau banyak hal yang tidak diuraikan.

Akhirnya,melalui blog ini , saya akan mencoba untuk menuangkan pemikiran-pemikiran saya, perasaan saya dan tanggapan saya terhadap berbagai peristiwa kemanusiaan yang terjadi di sekitar kita.Untuk berkomunikasi,saya mengajak saudara/saudari sekalian menggunakan Bahasa Indonesia dan Inggris.
Oleh karena itu, saya mohon maaf kalau ada salah kata dalam penulisan ,harap maklum sebab yang namanya manusia takkan luput dari kesalahan dan jikalau tulisan saya menurut saudara tidak benar atau kurang tepat,maka paling tidak tulisan saya mendekati kebenaran ,mengingat tak ada kebenaran absolut selama kita masih tinggal di muka bumi ini karena kebenaran yang sesungguhnya hanyalah milik Tuhan itu sendiri.

Atas segala tanggapan, komentar dan masukan berharga dari semua teman yang berminat dengan blog ini, saya ucapkan terimakasih.

UCAPAN TERIMAKASIH

Salam sejahtera bagi kita semua

Saya ingin mengungkapkan rasa syukur ke hadirat Tuhan Allah Maha Besar , dan mengucapkan terimakasih yang tak terhingga,atas segala kritik,saran dan komentar atas blog yang baru saya aktifkan ini. Saya menyimak dengan sungguh-sungguh semua masukan yang telah diberikan. Saya menganggap semua itu sangat berharga bagi saya, sebagai seorang pemula di  dunia blog.

Dengan blog ini nantinya,rekan-rekan yang ingin menyampaikan komentar, akan lebih mudah melakukannya. Saya ingin membuka ruang yang selebar-lebarnya pada blog saya ini,sehingga mereka yang bukan “blogger” juga dapat mengakses dan menyampaikan komentar mereka. Saya ingin belajar, mendengar dan memperhatikan pandangan dari semua orang, tanpa mempersoalkan siapa orang itu. Mungkin pandangan kita berbeda, bahkan bertentangan satu sama lain,tetapi tidak mengapa. Saya percaya bahwa hikmah dan kebijaksanaan,akan kita peroleh di tengah benturan pendapat yang berbeda-beda. Meskipun demikian,dalam rangka pembelajaran bagi kita semua,alangkah baiknya jika suatu pendapat yang kita kemukakan,didasari oleh argumentasi-argumentasi sebagai pendukungnya. Pandangan yang sinis tetapi tanpa argumen,walaupun tetap harus kita hormati,namun kurang bermakna bagi kita yang dahaga akan pengetahuan, hikmat dan kebijaksanaan.

Seperti telah saya ungkapkan dalam Kata Pengantar, saya hanyalah seorang hamba Allah yang daif. Pengetahuan saya sangatlah terbatas. Karena itu, saya berlindung kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar saya dijauhkan dari sikap “ngotot” dan merasa benar sendiri. Saya selalu mengemukakan pendapat dengan dilandasi oleh suatu argumen. Kalau ternyata, dalam suatu jajak – pendapat  , saya menemukan pendapat orang lain yang didukung oleh argumen yang lebih kokoh dibandingkan dengan argumen yang saya miliki, maka saya dengan tulus dan ikhlas akan meninggalkan pendapat saya,dan mengikuti pendapat orang lain itu. Saya selalu memohon kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, semoga saya dijauhkan dari segala sikap takabur,riya dan sombong. Semoga pula Dia senantiasa menyirami batin dan pikiran saya,dengan sikap tawaduk dan rendah hati.

Sebelum mengakhiri ungkapan terimakasih ini,saya ingin mengajak rekan-rekan semua untuk tetap menggunakan bahasa yang baik,sopan dan saling menghormati,walaupun mungkin kita berbeda dalam mengemukakan pendapat. Saya banyak menimba ilmu dari buku, internet , guru dan pengalaman. Perdebatan-perdebatan klasik dalam filsafat dan ilmu hukum juga saya telaah dengan seksama. Saya mempelajari dengan tekun balas pendapat/pemikiran antara Adam Smith dengan Karl Marx, antara Socrates dengan banyak pemikir,dan seterusnya.Bahkan saya juga mendapat pelajaran dari perdebatan yang cukup keras tentang “dasar negara” di Majelis Konstituante RI antara tokoh-tokoh Masyumi,PNI,PKI,PSI dan tokoh lainnya.Semua polemik dan perdebatan itu,pada umumnya dilakukan dengan sportif,argumentatif ,menggunakan bahasa yang baik,dan tidak pernah menyerang pribadi seseorang,yang tidak ada relevansinya dengan topik perdebatan.

Akhirnya, saya mohon maaf tentang penggunaan bahasa. Beberapa rekan mengkritik saya karena bahasa saya sangat dipengaruhi oleh Bahasa Indonesia Hukum. Saya mohon maaf atas semua itu,sejujurnya saya katakan,bahwa saya mengikuti nasehat Raja Ali Haji,seorang pujangga Melayu keturunan Bugis yang hidup di abad 19. Beliau pernah berkata bahwa “bahasa itu menunjukkan bangsa”. Bahasa yang baik, menunjukkan bangsa yang baik. Bahasa yang buruk, menunjukkan bangsa yang buruk pula.

Sekian dan Terimakasih.